Proses transaksi 100% syariah itu maksudnya bagaimana?

  • Tanpa Riba

Intinya riba adalah tambahan. Ketika kita berakad kredit, maka haruslah ada nilai yang fix kewajiban hutangnya selama tenor tertentu. Di perjalanan nilai tersebut tidak boleh bertambah, seperti denda dan bunga itu tidak diperbolehkan.

  • Tanpa Bank

Maksudnya tanpa bank di sini, kami tidak bekerjasama dalam hal pembiayaan dengan pihak lembaga bank walaupun itu bank syariah. Kenapa? Karena masih terdapat akad yang belum selesai kaidah Islami (kebathilan). Misalnya : asuransi, denda, dan penjaminan itu masih diberlakukan. Belum lagi mengenai transaksi yang bathil.

  • Tanpa Sita

Nah ini yang ditakutkan banyak orang, biaya penyitaan terjadi saat pertengahan KPR bahkan saat akhir mau lunas. Ketika kebangkrutan atau PHK dan kesulitan keuangan berbulan-bulan akan menyebabkan penyitaan oleh bank. Betul?

KPR dengan kami ini, ada opsi yang lebih adil yaitu salah satu opsi yang paling akhir adalah hunian tetap dihuni dan diarahkan untuk rumah dijual oleh penghuni atau dibantu manajemen developer. Selanjutnya, uang yang didapatkan itu tentulah hak penghuni/pembeli. Kewajiban penghuni adalah melunasi sisa hutangnya saja.

  • Tanpa Denda

Denda adalah riba. Jadi singkatnya kami tidak ingin menerapkan denda, tapi ada opsi lain yang lebih positif dan adil.

  • Tanpa BI Checking yang ribet

Di bank diberlakukan syarat-syarat yang ribet dan bahkan orang yang mampu pun karena terbentur oleh bankable itu, akhirnya tidak bisa membeli rumah.

  • Tanpa Akad Bathil atau Ganda atau Bermasalah

Akadnya kami adalah jual beli. Ketika pembeli menyetorkan DP, itu berarti pembeli SUDAH memiliki hak terhadap rumah. Bukan sewa beli yang diterapkan oleh bank. Banyak yang tidak paham bahwa akad dari bank adalah sewa jika belum lunas. Betul?

  • Tanpa Penalty

Jika Anda memiliki rezeki lebih di kemudian hari dan ingin mempercepat pelunasan cicilan tersebut maka tidak akan dikenakan penalty seperti di bank. Karena itu adalah riba. Justru Anda akan mendapatkan diskon.